Followers

disclaimer

Read at your own risk.

If you like what you read, keep on reading and do drop by again. If anything offends you, just let it be and you may leave any time you wish.

15/09/2015

Tantrum



Sudah agak lama ianya tidak berlaku, tetapi terjadi malam ini. Setiap kali Lope tantrum, saya terkesima. Saya hilang punca untuk 5 saat pertama. 
.
Punca?
Apa yg mencetus amuknya?
.
Lope ibarat menggelupur sambil menjerit "omma-omma". Tangisnya kuat. Badannya dikeraskan. Bila mahu didukung - sengaja dikeraskan badannya. Sengaja diberatkan badannya. Kudrat saya tewas dan saya terduduk ditepinya.
.
Tangannya mencakar saya dan kakinya menendang. Saya usahakan membawa Lope ke kamarnya. Bilik disejukkan dengan suhu 16° dari penghawa dingin, lampu dipadam, zikir munanjat dari Ustaz Badrul Amin dimainkan dan Lope saya peluk penuh kasih sayang.
.
Serta merta dia terdiam. Telinganya kusyuk mendengar alunan zikir dan saya memeluknya. Situasi ini cukup asing pada mata orang lain. Mungkin juga situasi ini mengundang "takut" orang padanya. 
.
Tantrum terjadi apabila Lope gagal menyampaikan kemahuan hatinya. Dalam konteks tantrum malam ini berpunca dari ketidak puasan hati dengan ais krim coklat yang kami sekeluarga makan. Makannya tidak mahu henti dan saya guna kuasa veto. 󾌰
.
Hasilnya, tantrum.
.
Anak istimewa bukanlah seorang maharaja. Jika segala kemahuannya dituruti tanpa memikirkan kesan baik/buruk ke atasnya, dia akan membesar menjadi seorang "monster". Malam ini, Lope perlu belajar menerima "No" means "No" dari mama. 
.
Tantrumlah untuk malam ini. Lain kali, mama yakin Lope mampu menerima "No" dari mama. 
.
I love you, son.
To the moon and back!
.

- Mama Lope & Phia -
14/09/15
10.32 pm, Putrajaya

No comments: